Acak_Acak
Oke, kita udah masuk di tahun yang baru. 2012. Tahun yg katanya orang orang “jenius” bakal jadi the end of the world. Wow …
2012, sebenernya angka tahunnya unik loh. depannya 2 belakangnya 2. -.-“”
Hahahahaha.. tapi jadi inget film Batman yg semalam diputer oleh RCTI yang akhirnya RCTI sadar untuk tidak menampilkan film film nangis-di-zoom-in-dizoom-out-terus-bisa-baca-pikiran (a.k.a sinetron) di jam tersebut, yeah, terimakasih RCTI. Ngapain juga susah susah mikirin 2012 itu the end of the world apa nggak. Kalo kata Joker “Why so serious??”
Oke, kembali ke tanggal 1 Januari 2012. Apa resolusi lw?
Resolusi gw …
1. :) tetep senyum apapun yang terjadi. Hidup ini indah bung!
2. Gak lupa sikat gigi tiap mau tidur.
3. Semoga gw nemuin orang beruntung yang jadi partner hidup. O YEAH!!
4. Semoga resolusi menjadi realitas (ini yang paling penting, karena kebanyakan resolusi cuma jadi tuisan di papan yang lw tulis di dinding kamar, dengan font ukuran lumayan bisa dilihat mata)
Hahahahha…
By the Way, Welcome 2012, thanyk you so much 2011 for everything!
Iseng iseng bongkar lemari, eh nemu beginian. Ternyata dulu iuran tivi berdasarkan warna atau hitam putih. Plus ukurannya.
Ukuran pesawat televisi dan tarif iuaran 1. 16 inchi - hitam putih = 3000 3. 19 inchi - berwarna = 6000
Ini buku capnya tahun 1997
Btw, ada kata keren lho buku ini. Ya kalo buku tulis sidu ada tulisan experience is a best teacher, kalo di buku ini, siaran kami ada karena iuran televisi anda.
Semoga siaran televisi kita makin berkualitas. Amin.
Pasti tau ama kata rambu lalu lintas.
Apa sih rambu?
[n] (1) patok atau tiang (untuk batas); pancang; (2) tanda atau petunjuk; rambu-rambu lalu lintas: — jalan; (3) Lay tanda atau petunjuk bagi kapal yg sedang berlayar, ditempatkan di tempat tertentu untuk menghindari kecelakaan
Tau kan macem-macem rambu?
Kalo ada rambu, pasti ada yang kalian lakukan kan?
![]()
Kamu harus memperlambat kecepatan kamu, jalanan licin. Cari rem mobilmu (Oke!)
Kamu gak boleh masuk ke jalan ini. Kata orang Sunda, perboden. Cari jalan lain (Oke!)
Kamu gak boleh parkir disini. Cari tempat parkir yang lain! (Oke!)
Kamu …
Buat yang gak tahu, rambu ini artinya peringatan, bunyinya awas jatuhan batu alias awas longsor.Apa yang kamu lakukan? (Berdoa T.T)
Jadi, mau ngapain?
[n] (1) mainan yg terbuat dr kertas berkerangka yg diterbangkan ke udara dng memakai tali (benang) sbg kendali
Layang-layang itu melayang tinggi di angkasa, seolah mengadu tinggi dengan burung layang-layang.
Musim liburan anak sekolah biasanya banyak anak kecil main layang-layang. Tapi gak cuma anak kecil kok yang boleh main layang-layang. Orang dewasa pun boleh main layang-layang.
Main layang-layang itu seru. Apalagi kalau ada yang mengadu layangan. Seolah bertarung, kedua layang-layang akan beradu untuk saling menumbangkan lawannya. Dan saat ada yang tumbang itulah yang ditunggu.
“Woy, ada yang jatuh!”
“Mana?”
“Kejar!!”
Wah serunya mengejar layangan.
Dulu waktu kecil, saya ga bisa nerbangin layangan. Hahahaa..
Mungkin anginnnya kurang, atau kemampuan saya yang kurang. Untunglah ada abang-abang balon. U yeah! Jika kamu ga bisa terbangin layangan coba cara ini.
Beli layangan
Beli benang layangan
Beli Balon
Ikat balon ke layangan, dan ia pun terbang.
Hahahahaha..
Kangennya dengan layangan.
Akhirnya layang-layang itu mendarat diiringi perginya matahari. Dan burung layang-layang tadi pulang ke sarang. Aku akan melayang lagi esok…
Bogor - Jakarta. Terpisahkan sejauh 48 km. Namun hubungannya begitu erat. Mungkin hal ini tak dirasakan semua orang, tapi bagi Tono, karyawan suatu perusahaan swasta di Jakarta hubungan kedua kota ini begitu erat.
Seerat kemeja dan kulitnya yang menempel karena keringat yang mengalir di tubuhnya*1. Hari ini Tono kembali bergulat dengan padatnya kereta. Tono yang tinggal di Bogor dan bekerja di Jakarta ini sudah akrab dengan kereta api. Ya, angkutan inilah yang setia dinaikinya. karena ini lebih cepat, lebih murah, dan kelebihan penumpangnya.
Selama naik kereta, Tono sudah mengalami pahit dan manisnya naik kereta api.
Pahit, saat ia harus berdiri disamping orang dengan cacat aroma kronis, membuatnya tak ingin bertemu dengan orang itu lagi.
Manis, saat ia berdiri disamping wanita, cantik, dianugrahi aroma harum. Membuatnya ingin bertemu dirinya kembali.
Naik kereta sendiri baginya merupakan sarana olahraga.
Ia tak perlu treadmill, karena ia terbiasa mengejar kereta.
Ia tak perlu palang besi untuk pull up, karena ia biasa bergantungan di pintu. Berpegangan erat.
__
Kereta Ekspress Lebih Baik dari Ekonomi
Senin, pukul 07.10 terjadi keributan di rumah kontrakan Tono. Bukan karena teror bom, ataupun konser musik rock. Ia kesiangan. Padahal hari masih pagi, saya masih bingung kenapa disebut kesiangan juga. Tono bergegas menunaikan setoran paginya disertai gosok gigi. Ia hanya mencuci mukanya, tentu bukan karena mengirit air, tapi agar ia tak terlambat.
Dinaikinya ojek langganannya menuju stasiun.
“Bang, buruan ke stasiun. Gw telat nih” Tono meberikan penjelasan dengan napas satu-satu.
Tuang ojek dengan sigap menyalakan motornya. Dan berangkat.
“Buruan bang, ngejar kereta ekspress jam 07.30!”
“…” Tukang ojek diam sambil menghisap rokoknya
Akhirnya Tono tiba di Stasiun.
“Kereta Ekspress masih ada Pak?” Tanya Tono penuh harap. Peluh seukuran biji jagung membanjiri wajahnya. Tampangnya seperti pelari 100 m yang kalah.
“Waaahhh.. Ekspress 07.30 baru aja lewat Pak! Ada lagi jam 08.10. Kalo buru-buru naik ekonomi aja.”
“…” Diliriknya jam, pukul 07.35. Tak ada pilihan lain. Daripada telat?
Kereta ekonomi pun melaju, Tono bergelatungan diantara lautan manusia. Banjir peluh dan perang aroma.
Selasa, pukul 06.20. Terjadi kedamaian di kontrakan Tono. Setoran kali ini pun dilakukan dengan penuh penghayatan. Mandi diringi nyanyian sumbang. Sejenak menghirup teh manis yang ia seduh.
Dinaikinya ojek langganannya menuju stasiun.
“Bang, ke stasiun.”
Tuang ojek dengan sigap menyalakan motornya. Dan berangkat.
“Santai aja, Bang! Keretanya masih lama.”
“…” Tukang ojek diam sambil menghisap rokoknya
Akhirnya Tono tiba di Stasiun.
“Ekspress 07.30 ada ya?” Tanya Tono disertai senyum lebar penuh kemenangan.
“Ada” Jawab petugas loket dengan datar seraya memberikan karcis. Tono meberikan uang.
Diliriknya jam, masih pukul 07.20.
Sambil mengeluarkan rokoknya, Tono membakar rokoknya.
“Nyantai dulu ahh. Nggak bakal ketinggalan ini.” Ditiupkan asapnya secara perlahan-lahan. Seolah menikmati kedamaian pagi ini.
“Perhatian buat calon Penumpang Ekspress 07.30 tujuan Jakarta, kereta mengalami gangguan. Harap menggunakan kereta lain. Terima Kasih” Suara pengumuman stasiun mebuyarkan kedamaian Tono.
“…”
Kereta ekonomi pun melaju, Tono bergelatungan diantara lautan manusia. Banjir peluh dan perang aroma.
__________________________________________________________________________
1 tubuhnya, bukan tubuhmu.


